KESAN KALI PERTAMA





Di awal perkenalan bukanlah jatuh cinta atau rasa suka, namun aku terpana akan sinar matanya yang kosong sambil tersenyum. Entah mengapa aku tersentuh dengan kekosongan yang di pancarkan. Jiwa ku seolah ingin sekali mengusap kepalanya dan sambil berkata,"maukah kamu jadi teman ku?"

Perkenalan itu terjadi karena teman saya Vidio Call sambung dengan dia. Setelah dari Vidio Call Sambung itu, entah mengapa aku ingin mengenal lebih dengan dia. Bukan karna aku tertarik pada parasnya atau gombalan dan rayuannya. Tapi hanya karna aku tertarik melihat kosong sinar di matanya. Rasanya ingin memegang tangan dia dengan hangat dan sambil bertanya "kenpa si dunia yang begitu luas kamu senang sekali di tempatmu yang hampa?, apa hati mu sedang terluka?, atau karena rasa penasaran?". Entalah banyak sekali pertanyaan yang timbul pada waktu itu.

Aku tidak tau mengapa dia begitu betah dalam kosongnya waktu. Dia yang selalu mengabaikan nurani dan lebih memilih bersenang - senang di atas kosongnya udara. Sinar matanya yang kosong di hiasi senyum manisnya, yang selalu menemani jet tempurnya 
yang terbang di udara tanpa tau mana arah yang dia tuju. Dia yang suka tertawa di depan cermin tanpa tau apa yang dia tertawakan. Dan ketika sadar datang wajahnya selalu murung di pojok kamar depan cermin. Entah apa yang dipikirkan.

Mungkin diawal perkenalan dia tertarik pada paras ku. Karena setalah hari itu dia selalu mengirim pesan dan menelfon lewat WhatSapp. 
Masih ku ingat setiap pesan yang dikirimkan kepada ku kata - katanya sangatlah sopan namun berisi gombalan, dan karena usiaku lebih tua dari dia maka dia selalu memanggil ku dengan panggilan Kakak. Di saat dia Vidio Call, dia selalu menggombali ku dengan ciri kas mata sipit serta senyumnya yang manis. Aku menyadari kalau dia seorang play boy. Dalam hati ku selalu berkata begini, "hmmmm ni anak playboy yang menjerat targetnya dengan tata krama yang manis, hahahahha dia pikir saya tidak tau".

Sedangankan bagi ku dia adalah seorang remaja yang sedang kehilangan arah jalannya. Keinginan ku berteman dengan dia adalah ingin memberi sebuah pemahaman tentang 'indahnya dunia jika kita menjalani dengan penuh rasa syukur'. Aku tau untuk memberi pemahaman kepada seseorang tidaklah mudah dan yang menerima juga tidak mudah memahami. Kenapa demikian, karena seorang manusia untuk memanusiakan orang lain itu sangatlah sulit bahakan tidak bisa sama sekali. Namun sebagai manusia tidak ada salahnya jika kita saling mendidik dan saling menyadarkan ketika melihat seseorang sedang kehilangan arah jalannya. Apa yang kita berikan bukanlah sebuah materi tapi hanyalah sebuah pikiran dengan rasa tulus dan berharap dia memahami. Hal ini kelihatannya sangatlah sederhana tapi ketika bisa diterima mungkin bisa mengubah masa depannya lebih baik.

Semenjak itu kami menjadi teman yang baik di media sosial. Dia selalu menelfon ku, jika aku tidak sibuk pasti selalu ku angkat. Setiap kali percakapan kami, aku selalu berusaha memberi dia beberapa pemahaman tentang sisi baik kehidupan yang bisa melebarkan pikirannya yang sempit. Setiap kali ku beri dia pemahaman dia selalu menyimak dengan baik. Aku tau dia memahami namun itu hanya beberapa saat saja. Meskipun begitu aku masi tetap sabar dan semangat, bahakan aku juga mendoakan dia agar kelak dia bisa menjadi seseorang yang lebih positif bagi dirinya, keluarga, serta lingkungannya. 

Pertemanan kami hanya berjalan beberapa bulan saja, mungkin sekitar empat bulanan. Setelah itu saya menghilang dikarenakan beberapa persoalan yang sedang saya hadapi. Pergi ku darinya tanpa pamit, sehingga membuat dia selalu menanyakan kabar ku di orang - orang terdekatku yang dia kenal. Dan saya selalu bilang "tolong sampaikan kepada dia bahwa aku sudah menikah". Saya berbohong agar dia tidak lagi mencari - cari kabar tentang ku. Meski demikian sesekali aku kepikiran tentang kabarnya dan bagaimana perkembangan pribadinya. Pada saat memikirkan dia, maka yang dilakukan hanyalah doa dalam hati. Aku tau mungkin dia berpikir aku sudah melupakannya begitu saja, tanpa dia sadar aku selalu menyebut namanya dalam doa ku.

Entalah pertemanan yang begitu singkat di media sosial namun sangat berkesan bagiku. Aku selalu berpikir kelak ketika bertemu dengannya, dia sudah bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan sadar nyatanya dunia.

Teruntuk kamu yang memberi kesan kali pertama, trimakasi sudah mau berteman dengaku dan sudah mau mendengarkan penyampaian pikiran ku kepada mu. Percayalah kamu punya bagian tersendiri di diriku yang selalu mendoakan mu dimanapun kamu berada. 
GBU Teman 🤝😇 
















Komentar

Postingan Populer